Minggu, 17 November 2013

Bab III ( sistem keamaan informasi , teknik pencurian data )

• Akhir Januari 1999. Domain yang digunakan untuk Timor Timur (.TP)
diserang sehingga hilang. Domain untuk Timor Timur ini diletakkan
pada sebuah server di Irlandia yang berna• Seorang cracker Indonesia (yang dikenal dengan nama hc) tertangkap di
Singapura ketika mencoba menjebol sebuah perusahaan di Singapura.
 
• September dan Oktober 2000. Setelah berhasil membobol bank Lippo,
kembali Fabian Clone beraksi dengan menjebol web milik Bank Bali.
Perlu diketahui bahwa kedua bank ini memberikan layanan Internet
banking.
 
• September 2000. Polisi mendapat banyak laporan dari luar negeri
tentang adanya user Indonesia yang mencoba menipu user lain pada situs
web yang menyediakan transaksi lelang (auction) seperti eBay.
 
• 24 Oktober 2000. Dua warung Internet (Warnet) di Bandung digrebeg
oleh Polisi (POLDA Jabar) dikarenakan mereka mengMeningkatnya Kejahatan Komputer
Jumlah kejahatan komputer (computer crime), terutama yang berhubungan
dengan sistem informasi, akan terus meningkat dikarenakan beberapa hal,
antara lain:
 
• Aplikasi bisnis yang menggunakan (berbasis) teknologi informasi dan
jaringan komputer semakin meningkat. Sebagai contoh saat ini mulai
bermunculan aplikasi bisnis seperti on-line banking, electronic
commerce (e-commerce), Electronic Data Interchange (EDI), dan masih
banyak lainnya. Bahkan aplikasi e-commerce akan menjadi salah satu
aplikasi pemacu di Indonesia (melalui “Telematika Indonesia” [48] dan
Nusantara 21). Demikian pula di berbagai penjuru dunia aplikasi ecommerce
terlihat mulai meningkat.
 
• Desentralisasi (dan distributed) server menyebabkan lebih banyak
sistem yang harus ditangani. Hal ini membutuhkan lebih banyak
operator dan administrator yang handal yang juga kemungkinan harus
disebar di seluruh lokasi. Padahal mencari operator dan administrator
yang handal adalah sangat sulit, apalagi jika harus disebar di berbagai
tempat. Akibat dari hal ini adalah biasanya server-server di daerah
(bukan pusat) tidak dikelola dengan baik sehingga lebih rentan terhadap
serangan. Seorang cracker akan menyerang server di daerah lebih dahulu
sebelum mencoba menyerang server pusat. Setelah itu dia akan
menyusup melalui jalur belakang. (Biasanya dari daerah / cabang ke
pusat ada routing dan tidak dibatasi dengan firewall.)gunakan account
dialup curian dari ISP Centrin. Salah satu dari Warnet tersebut sedang
online dengan menggunakan account curian tersebut.
 
• April 2001. Majalah Warta Ekonomi1 melakukan polling secara online
selama sebulan dan hasilnya menunjukkan bahwa dari 75 pengunjung,
37% mengatakan meragukan keamanan transaksi secara online, 38%
meragukannya, dan 27% merasa aman.
 
• 16 April 2001. Polda DIY meringkus seorang carder2 Yogya.
Tersangka diringkus di Bantul dengan barang bukti sebuah paket yang
berisi lukisan (Rumah dan Orang Indian) berharga Rp 30 juta. Tersangka
berstatus mahasiswa STIE Yogyakarta.
 
• Juni 2001. Seorang pengguna Internet Indonesia membuat beberapa
situs yang mirip (persis sama) dengan situs klikbca.com, yang digunakan
oleh BCA untuk memberikan layanan Internet banking. Situs yang dia
buat menggunakan nama domain yang mirip dengan klikbca.com, yaitu
kilkbca.com (perhatikan tulisan “kilk” yang sengaja salah ketik),
wwwklikbca.com (tanpa titik antara kata “www” dan “klik”),
clikbca.com, dan klickbca.com. Sang user mengaku bahwa dia medapat
memperoleh PIN dari beberapa nasabah BCA yang salah mengetikkan
nama situs layanan Internet banking tersebutma Connect-Ireland.
Pemerintah Indonesia yang disalahkan atau dianggap melakukan
kegiatan hacking ini. Menurut keterangan yang diberikan oleh
administrator Connect-Ireland, 18 serangan dilakukan secara serempak
dari seluruh penjuru dunia. Akan tetapi berdasarkan pengamatan,
domain Timor Timur tersebut dihack dan kemudian ditambahkan sub
domain yang bernama “need.tp”. Berdasarkan pengamatan situasi,
“need.tp” merupakan sebuah perkataan yang sedang dipopulerkan oleh
“Beavis and Butthead” (sebuah acara TV di MTV). Dengan kata lain,
crackers yang melakukan serangan tersebut kemungkinan penggemar
(atau paling tidak, pe• Seorang cracker Indonesia (yang dikenal dengan nama hc) tertangkap di
Singapura ketika mencoba menjebol sebuah perusahaan di Singapura



TEKNIK PENCURIAN DATA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar